Pasar CBU Premium Lesu sampai Akhir Tahun

Jakarta, KompasOtomotif – Dalam dua tahun terakhir, konsistensi pelaku bisnis otomotif di pasar mobil premium yang mayoritas mengandalkan impor secara utuh (completely built up/CBU), diterpa banyak cobaan. Mulai dari melemahnya kurs rupiah hingga kebijakan baru yang diterapkan pemerintah. Pihak Citra Langgeng Otomotif sebagai distributor resmi Ferrari di Indonesia (Ferrari Jakarta) menyatakan pasar premium bakal terus lesu sampai akhir tahun 2015.

Salah satu sumber dari divisi penjualan Ferrari Jakarta mengatakan, performa merek asal Italia ini di Indonesia menurun sejak 2013. Pelemahan nilai rupiah yang dimulai sejak awal 2013 dirasa sudah memberatkan. Ditambah lagi kebijakan pemerintah meningkatkan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) pada 19 Maret 2014 sebesar 125 persen buat mobil bermesin bensin di atas 3.000 cc dan bermesin diesel di atas 2.500 cc.

Belum selesai mengadaptasi kenaikan PPnBM, mulai 23 Juli 2015, kebijakan baru pemerintah terkait pajak bea masuk yang dinaikan dari 40 persen ke 50 persen untuk impor CBU dari negara yang tidak punya kerja sama ekonomi dengan Indonesia atau ASEAN telah diterapkan. Semua unit Ferrari yang disebar ke seluruh dunia -termasuk Indonesia- berasal dari Italia yang tidak memiliki kerja sama perdagangan dengan Indonesia.  

Menanggapi kebijakan baru itu Ferrari Jakarta akan merevisi harga jual unit sebagai langkah antisipasi. Banderol model berlambang “Kuda Jingkrak” bakal makin mahal dari sebelumnya. 

“Pasti pengaruh ke semua penjualan di Indonesia. Kalau persentase (kenaikan) harga kita belum tahu karena baru ada lagi penambahan pajak minggu lalu. Kita lagi kaji, kita lagi cek jadi persentase saya belum bisa nyebutin,” ucap sumber.

Semester dua
Selama semester satu (Januari – Juni) 2015 penjualan Ferrari di Indonesia mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Selama enam bulan baru 25 unit yang dikirim ke konsumen, sedangkan total tahun lalu bisa mencapai 60 – 70 unit. Menurut sumber, performa penjualan Ferrari Jakarta pada 2013, 2014, dan 2015, masih di bawah prestasi 2012.

“Pasar lesu pasti, kita tak tau mau jual ke mana. Maksudnya orang punya duit tapi menahan duit. Kita nggak banyak berharap, kita lihat saja ke depannya ke mana,” jawab sumber pada pertanyaan prediksi pasar di semester kedua.

Bukan hanya Ferrari, sumber juga mengatakan dampak kenaikan bea masuk akan dirasakan semua pemain di segmen premium. “Saya bilang sih bakal lesu karena keadaan pajak naik ini. Kalau drop kita sih belum tahu karena efeknya ini kan berbeda dengan brand lain. Kalau kita sih kemungkinan turun, tapi kita belum bisa antisipasi berapa nilainya,” jelas sumber itu.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/08/01/080800215/Pasar.CBU.Premium.Lesu.sampai.Akhir.Tahun

Related Posts:

Kejar Efisiensi, Camry Terbaru Pakai Mesin Turbo

Tokyo, KompasOtomotif — Merek-merek Jepang kini mulai masuk lagi ke era mesin turbo yang disematkan pada mobil produksi. Honda memasang mesin 4-silinder 1,5 liter turbocharger pada Civic dan Accord terbaru serta model CR-V pada masa mendatang.

Kali ini, seperti dilansir Automotive News, Selasa (28/7/2015), Toyota dikabarkan juga akan menggunakan mesin 4-silinder 2,0 literturbocharger. Mesin tersebut akan dipasangkan di sedan Camry terbaru.

Mesin baru Toyota itu sebelumnya telah digunakan di Lexus bermesin turbo pertama, crossover NX200t, serta yang terkini, sedan IS 200t. Pada Camry, mesin 2,0 liter turbocharger akan menggantikan tipe mesin V6 3,5 liter bertenaga 268 tk dan torsi 336 Nm. Belum ada keterangan resmi mengenai besaran tenaga mesin baru Camry. Namun, pada model Lexus, tenaga pada mesin itu bisa diatur hingga 241 tk dengan torsi 350 Nm.

Pada Lexus IS 200t, mesin 2.0L turbocharger dipadankan dengan transmisi otomatis 8-percepatan dan sistem gerak roda belakang. Dari informasi yang beredar, Camry terbaru kemungkinan akan tetap menggunakan sistem gerak roda depan. Namun, jenis transmisi yang akan digunakan belum bisa dipastikan.

Penggunaan mesin baru berkapasitas kecil menjadi langkah yang dilakukan pabrikan dalam menggapai regulasi emisi bahan bakar dan tingkat keiritan yang semakin diperketat. Strategi ini dilakukan secara terpisah dari pengembangan teknologi baru berupa sistem gerak listrik dan hibrida.

"Tenaga penggerak masih di area yang kami lihat sendiri, masih bisa dikemas dengan menghasilkan angka efisiensi yang signifikan," kata Andrew Coetzee, Wakil Presiden Perencanaan Produk Grup Toyota.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/07/28/183100115/Kejar.Efisiensi.Camry.Baru.Pakai.Mesin.Turbo

Related Posts:

Kenaikan BM Impor CBU Ganggu Iklim Investasi

Jakarta, KompasOtomotif - Keputusan pemerintah Indonesia untuk membendung impor kendaraan bermotor secara utuh (completely built up/CBU) dengan menaikan pajak bea masuk (impor duty) dinilai kalangan pengusaha otomotif terlalu gegabah. 

Kebijakan baru ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 132 Tahun 2015 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor. Regulasi ini ditandatangani Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, 8 Juli 2015 dan diundangkan sehari setelahnya (9 Juli 2015). 

Di dalamnya, ditetapkan kalau impor mobil CBU dari luar negara mitra yang memiliki kerja sama ekonomi dengan Indonesia atau ASEAN, dinaikkan tarif bea masuk (BM) menjadi 50 persen dari sebelumnya hanya 40 persen. Regulasi ini juga efektif berlaku dua pekan setelah resmi diundangkan, artinya sudah efektif mulai Kamis, 23 Juli 2015.

Sontak kebijakan baru ini mengusik ketenangan pebisnis otomotif, salah satunya Muhammad Al Abdullah, Presiden Direktur Garansindo Inter Global, agen tunggal pemegang merek (ATPM) Fiat-Chrysler di Indonesia. Menurut Memet, begitu ia akrab disapa, regulasi ini bersifat terburu-buru dan tidak tepat sasaran. 

"Kalau tujuan pemerintah mau menyelamatkan devisa, caranya bukan dengan menekan pebisnis seperti ini. Regulasi ini sangat tidak tepat sasaran," ujar Memet kepada KompasOtomotif, Senin (27/7/2015) dini hari.

Keinginan pemerintah sudah disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin yang berkeinginan untuk bisa mengurangi laju impor produk-produk industri, salah satunya dari otomotif. Menurut Saleh, beberapa ATPM yang merakit lokal mobil di Indonesia juga masih mengandalkan impor untuk memasok model lain sesuai kebutuhan pasar.

"Justru di kala pasar luar negeri maupun di dalam negeri sedang lesu, maka impor harus dikurangi dan devisa harus dihemat," ucap Saleh, menjelaskan. 

Bebas Pajak

Menurut Memet, mayoritas mobil-mobil impor CBU yang dipasarkan di Indonesia bebas pajak berkat perjanjian kerja sama ekonomi di lingkup ASEAN. Justru dengan membebani pajak tambahan pada pebisnis minoritas akan memperlemah pasar mobil nasional yang lagi terpukul tahun ini.

"Sekarang saja pasar (mobil) nasional sudah anjlok 23 persen, mau ditambah lagi beban impor duty jadi 50 persen, kan aneh. Asal tahu saja, 90 persen impor (mobil) CBU yang ada di Indonesia itu memanfaatkan AFTA (ASEAN Free Trade Area), alias tidak bayar pajak, nol persen. Jadi kalau tujuannya menyelamatkan devisa tidak tepat," ujar Memet menjelaskan.

Hampir seluruh merek mobil terlaris yang dipasarkan di Indonesia, punya pabrik di Thailand. Lewat FTA, impor mobil-mobil ini bebas pajak, antara lain Toyota, Nissan, Honda, Suzuki, Mazda, dan Ford. Tiga merek pertama memang punya pabrik perakitan di Indonesia, namun Mazda dan Ford hanya impor, nyaris tanpa investasi aset.

Tanpa Kompromi

Selain itu, Memet juga menyayangkan langkah pemerintah Indonesia yang terlalu tergesa-gesa mengeluarkan kebijakan. Sebagai bagian dari pebisnis otomotif, Memet merasa tidak dihubungi pemerintah dalam mengawal kebijakan baru ini. 

"Regulasi ini sifatnya mendadak, tidak ada diskusi dengan kami. Kami pengusaha ini mitra pemerintah, seharusnya diajak diskusi bersama. Kalau mau menyelamatkan devisa bisa dibicarakan sama-sama sebenarnya," kata Memet, mengeluh.

Terakhir, langkah pemerintah menerbitkan regulasi ini dianggap semakin mengancam iklim investasi khususnya di sektor otomotif. Menurut Memet, pemerintah Indonesia tidak pernah memiliki kebijakan yang steady. Mengakibatkan para prinsipal otomotif global berfikir ulang untuk menanamkan investasinya di Indonesia.

Padahal, untuk merencanakan strategi, satu merek akan merancang peta bisnis dalam jangka waktu satu, dua, tiga, sampai lima tahun ke depan. Jika ada peraturan yang berubah, rancangan ini bisa patah dan terancam akan hilang.

"Saya dengar sendiri dari prinsipal, sudah pasar anjlok seperti ini, ditambah lagi regulasi baru yang membebani, ini aneh. Di Thailand mau ada kudeta, sampai perang sipil saja, pemerintahnya tidak mengubah-ubah kebijakan, nah Indonesia, malah sebaliknya. Kalau dibiarkan, sulit investasi mau masuk, sudah banyak prinsipal yang mengalihkan investasinya dari Indonesia ke negara lain karena peraturan yang selalu berubah-ubah," ucap Memet.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/07/27/092800115/Kenaikan.BM.Impor.CBU.Ganggu.Iklim.Investasi

Related Posts:

Pertamina Berharap Pertalite Jadi Tren Baru

Jakarta, KompasOtomotif — PT Pertamina (Persero) siap meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) terbaru, Pertalite, akhir pekan ini. Segala persiapan sudah dilakukan dan Pertalite siap dipasarkan dalam tahap tes pasar ke 103 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di tiga kota, yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya. 

Wianda Pusponegoro, VP Corporate Communication Pertamina, mengatakan, tahapan ini merupakan cara untuk mengetes sekaligus mengetahui respons masyarakat terhadap Pertalite. BBM baru beroktan 90 ini diharapkan bisa menjadi tren baru sekaligus alternatif pilihan bagi masyarakat di seluruh Indonesia nantinya.

Konsumsi Pertamax, jelas Wianda, berhasil terbukti meningkat selama arus mudik dan balik Lebaran fase pertama tahun ini. Konsumsi Pertamax yang pada hari-hari biasa hanya 7.900 kiloliter, pada musim mudik Lebaran 1436 H mencapai 10.000 kiloliter. 

“Itu tren positif untuk BBM jenis non-subsidi. Kita berharap Pertalite juga sama (diterima baik),” kata Wianda dilansir Kompas.com, Rabu (22/7/2015). 

Setiap SPBU akan mendapat pasokan 8 ton Pertalite. Artinya, secara total Pertamina telah menyiapkan setidaknya 824 ton Pertalite untuk 103 SPBU. Sementara itu, setelah uji pasar selesai, Pertamina akan memasok Pertalite sesuai dengan permintaan pasar.
Sejauh ini, kesiapan peluncuran Pertalite sudah hampir rampung. Pertamina sudah memasang dispenser Pertalite di kota-kota uji pasar dan membangun tangki timbun di rest area yang juga akan menjual Pertalite. Wianda mengatakan, seluruh modal untuk pemasaran BBM jenis baru ini ditanggung Pertamina. 

“Kalau rata-rata satu SPBU itu Rp 60 miliar. Kalau investasi di SPBU CODO (company owned dealer operated), seperti rest area, semua infrastruktur BBM-nya Pertmina yang membangun. Biasanya pengusaha membangun rest area-nya dan fasilitas lainnya,” ucap Wianda.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/07/23/074000615/Pertamina.Berharap.Pertalite.Jadi.Tren.Baru

Related Posts:

Jaga "Image", Mazda Enggan Main di Segmen Taksi

Lombok, KompasOtomotif – PT Mazda Motor Indonesia (MMI) memandang segmen sedan belum realistis untuk digarap. Saat ini MMI hanya menawarkan Mazda6 dan mengungkap peluang tipis sedan All-New Mazda2 hadir di Indonesia.

“Marketnya sedan tidak kemana-mana, Mazda melihatnya realistis karena marketnya tidak ada di sana. Saat ini belum,” ungkap Astrid Ariani Wijana, Senior Marketing Manager MMI, saat uji irit All-New Mazda2 jelajah tiga pulau, akhir bulan lalu.

Menggarap pasar sedan di Indonesia memang sulit seperti diungkap banyak pemegang merek. Meski begitu permintaan sedan cenderung stabil walaupun industri otomotif naik turun, tahun lalu pasar sedan bisa mencapai 22.197 unit (termasuk taksi 7.342 unit).

Taksi
Beberapa merek sudah meramaikan pasar taksi taksi sebagai alternatif memasarkan sedan, namun Astrid mengatakan itu bukan pilihan buat sedan All-New Mazda2. Salah satu kekhawatiran yang dijelaskan, bila cara itu dipakai akan memengaruhi citra Mazda di Indonesia.

Brand itu berpengaruh, jadi tidak mau main ke taksi. Konsumen hanya mau beli karena murah, brand positioning kita bukan seperti itu. Kita bukan seperti produsen Jepang lainnya. Mazda punya jalan sendiri,” kata Astrid.

Pasar taksi sebenarnya bukan hal baru buat Mazda, pasalnya di era 1990-an sedan kompak 323 Interplay pernah “kerja” di Ibu Kota. Namun tampaknya, cara itu tak ingin diulang MMI. “Formula yang sama tidak berlaku di semua brand,” ujar Astrid.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/05/11/110736715/Jaga.Image.Mazda.Enggan.Main.di.Segmen.Taksi

Related Posts:

Triumph Ikut Kena ”Tumbal” Ohlins

Hinckley, KompasOtomotif – Rentetan recall akibat masalah suspensi Ohlins terus berlanjut. Setelah Yamaha YZR-R1M dan Honda CBR1000RR SP yang menggunakan tipe suspensi tertentu dari Ohlins ditarik untuk diperbaiki, Triumph pun harus melakukan hal yang sama.

Merek sepeda motor asal Inggris itu mengumumkan recall dua model, yakni Daytona 675 R dan Speed Triple R. Rupanya kesalahan perakitan oleh Ohlins pada tipe TTX GP, TTX RT, dan TTX36 akan berdampak banyak.

Untuk Triumph, recall hanya menimpa 566 unit yang sudah diproduksi dan dikirim ke konsumen. Model yang kena recall diproduksi antara 1 Januari 2014 dan 1 April 2015. Penarikan kembali akan mulai dilakukan pada 15 Mei tahun ini.

Seperti diketahui, suspensi Ohlins yang diproduksi di Swedia itu ada masalah pada piston. Baut piston dikencangkan dulu sebelum menempel sempurna dengan komponen lain. Ini membuat baut mudah kendor, menyebabkan pengendalian pada suspensi tidak bekerja sempurna.

Triumph akan menghubungi konsumen secara resmi dalam waktu dekat, dan dealer akan mengganti suspensi belakang itu tanpa biaya.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/05/12/1120514/Triumph.Ikut.Kena.Tumbal.Ohlins

Related Posts:

Mesin Vespa 125 Cc Pelan-pelan Digusur

Jakarta, KompasOtomotif – Lambat laun mesin 125cc Vespa yang dulu ”berjaya” berangsur-angsur ”hilang” di Indonesia. Generasi mesin 3 katup (3 valve) yang dipasang pada banyak model kini hanya tersisa untuk Vespa S 125 yang baru diluncurkan, (13/5/2015).

Managing Director Piaggio Indonesia Marco Noto La Diega dalam peluncuran Vespa S, di Jakarta, (13/5/2015), tak menyebut alasannya. Pria Italia itu hanya mengatakan bahwa Piaggio Indonesia menyiapkan produk yang bisa dipilih berdasarkan selera konsumen Indonesia.

”Jadi untuk mesin 125cc saat ini hanya untuk Vespa S. Selebihnya konsumen bisa memilih mesin 150cc pada Primavera, Sprint, LXV, dan GTS. Konsumen bisa memilih sesuai kebutuhan dan karakternya,” kata Marco kepada wartawan.

Marco tak spesifik menjelaskan bahwa konsumen Indonesia lebih suka kapasitas mesin lebih besar. Namun sepertinya, Piaggio Indonesia lebih memilih opsi mesin 150cc untuk berbagai varian karena alasan permintaan pasar.

Vespa LX 125 dan beberapa model lain yang menggunakan mesin 125 cc kini tak lagi didatangkan. Tapi justru sebaliknya, Vespa S 150 kini diganti mesin 125cc 3 katup generasi baru, menjadi satu-satunya model yang menggunakan mesin 125cc, dan dikategorikan sebagai varianentry level.

Marco menegaskan, ini hanya strategi untuk merangkul pasar Indonesia, bukan soal berhenti produksi atau downgrade. ”Ini pilihan baru yang menandai ekspansi produk,” tukas Marco.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/05/13/153808815/Mesin.Vespa.125.Cc.Pelan-pelan.Digusur

Related Posts:

Honda CBR150R Jungkalkan Yamaha R15

Jakarta, KompasOtomotif – Ambisi Honda menjegal salah satu produk sport Yamaha akhirnya tercapai. Dua bulan terakhir (Maret-April 2015), Honda CBR150R mampu menjegal penjualan R15. Model yang mulai diproduksi di dalam negeri sejak September 2014 itu bahkan ikut menguatkan performa Sepeda Motor Sport Honda secara keseluruhan.

Dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Honda CBR150R terjual 6.115 April lalu, atau melampaui R15 yang terjual 5.039 unit. Penjualan yang mulai mengungguli sang rival itu bahkan sudah terjadi pada Maret lalu, di mana CBR150R terjual 5.476 unit, sementara R15 hanya mampu bertahan di angka 4.758 unit.

Lebih jauh lagi, penjualan sepeda motor sport Honda di segmen sport terdongkrak hingga 13,5 persen, yaitu dari 16.975 unit pada Maret 2015 menjadi 19.266 unit pada April 2015.

Berkat pertumbuhan ini, Honda menjadi satu-satunya merek yang berhasil mencatat pertumbuhan penjualan di saat segmen motor sport nasional pada bulan lalu terkoreksi hingga 21,5 persen.

GM Sales Division PT Astra Honda Motor (AHM), Thomas Wijaya, dalam siaran resmi, Jumat (15/5/2015), mengatakan bahwa pertumbuhan penjualan Honda CBR150R ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi penjualan sepeda motor sport Honda pada kuartal kedua tahun ini.

”Penjualan Honda CBR150R terus meningkat sesuai yang kami harapkan saat memutuskan memproduksinya di dalam negeri. Kami optimis model ini tetap menjadi pilihan pecinta motor sport Tanah Air di tengah kondisi apapun,” ujar Thomas.

Sejak AHM memutuskan untuk menghentikan impor CBR150R dari Thailand dan mulai diproduksi secara lokal, penjualannya terus meningkat setiap bulan. Dalam delapan bulan pertama sejak diluncurkan, sepeda motor yang diproduksi di pabrik AHM Pegangsaan, Jakarta Utara, ini telah terjual 38.873 unit atau menjadi pilihan lebih dari 4.800 pecinta motor sport setiap bulan.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/05/15/140820915/Honda.CBR150R.Jungkalkan.Yamaha.R15

Related Posts:

Penawaran Khusus Mercedes-Benz Sambut Ramadhan

Jakarta, KompasOtomotif – Mercedes-Benz Indonesia (MBI) membuat dua ekshibisi untuk menyambut datangnya Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Produk terbaru akan ditampilkan sembari memberikan penawaran khusus kepada calon konsumen.

Dua ekshibisi ini akan diadakan di Pondok Indah Mal 2 pada 1-7 Juni 2015, dan Mal Kelapa Gading 5 pada 9-14 Juni 2015. Di sini, MBI akan memajang C-Class, E-Class, dan GLA-Class sebagai tipe yang paling banyak diincar.

Roelof Lamberts, Sales and Marketing Director for Passenger Cars Mercedes-Benz Indonesia mengatakan bahwa Lebaran merupakan salah satu salah satu momen yang dinanti untuk melakukan perjalanan mudik.

”Perjalanan panjang bersama keluarga membutuhkan kendaraan yang memiliki beragam fitur keselamatan serta kenyamanan. Mercedes-Benz adalah merek yang sudah melakukan optimalisasi dalam teknologi berkendara, selaras dengan kenyamanan dan kemewahan premium,” kata Lamberts dalam siaran resmi (27/5/2015).

Roleof menambahkan, dalam kesempatan ini calon konsumen akan dapat dengan mudah dan nyaman mengetahui informasi tentang cara memiliki kendaraan terbaru Mercedes-Benz melalui paket pembelian khusus.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/05/27/144232115/Penawaran.Khusus.Mercedes-Benz.Sambut.Ramadhan

Related Posts:

Motor ”Bebek” Eksis yang Bisa Jadi Alternatif

Jakarta, KompasOtomotif – Sepeda motor jenis cub, atau biasa disebut ”bebek”, belum sepenuhnya tiada. Kebutuhannya masih menumpuk, bahkan penjualannya saling menyusul dengan tipe sport. Beberapa merek dan tipe pun masih eksis diburu sebagai favorit.

Dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan tipe bebek di pasar domestik masih mendulang 13 persen dari seluruh penjualan sepeda motor empat bulan pertama 2015, yakni 276.000-an dari total 2,1 juta unit.

Seperti biasa, ada dua merek yang saling bersenggolan, yakni Honda dan Yamaha. Honda mengandalkan Supra X dan New Revo sebagai lumbung penjualan. Pada empat bulan pertama 2015, Revo Series sudah mengantongi 55.000-an unit yang terjual, sementara keluarga Supra X mendulang 68.000-an unit.

Sementara Yamaha punya Vega series di kelas entry level, terjual 31.000-an unit. Cukup mengejutkan di kategori bebek sport, karena Yamaha sukses dengan MX King yang sanggup mendulang 34.000 unit hanya dalam dua bulan. Lalu didukung dengan Jupiter series dengan 29.000-an unit.

Sementara itu, kekuatan Suzuki masih didominasi oleh Satria FU 150 di segmen bebek sport yang terjual  28.000-an unit pada Januari-April 2015. Jangan lupakan juga, Suzuki juga masih punya Shooter dan Axelo.

Berikut harga baru merek dan tipe bebek yang paling diburu:

Honda
New Supra X 125 FI CW Rp 17.000.000
New Supra X 125 FI SW Rp 15.950.000
Supra X 125 Helm in PGM-FI Rp 17.400.000

New Revo FI CW Rp 14.300.000
New Revo FI Fit Rp 12.950.000
New Revo FI SW Rp 13.500.000

Yamaha
Vega RR DB (disk brake) Rp 12.550.000
MX King Rp 18.950.000

Jupiter Z CW FI Rp 15.600.000
Jupiter MX CW Rp 17.600.000
Jupiter MX AT CW Rp 16.850.000
New Jupiter MX 150 Rp 18.450.000

Suzuki
Satria FU 150 Rp 19,5 juta – Rp 20 jutaan
Axelo Rp 15,9 juta
Shooter Rp 12,5 jutaan

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/05/19/154852115/Motor.Bebek.Eksis.yang.Bisa.Jadi.Alternatif

Related Posts:

Bridgestone Dueler Jadi Ban Standar Rush dan Terios

Jakarta, KompasOtomotif - Duet SUV bawah (low SUV) Toyota Rush dan Daihatsu Terios resmi menggunakan ban standar (OEM) dari Bridgestone. PT Bridgestone Tire Indonesia mengumumkan model Dueler H/T 687 sebagai ban standar Rush dan Terios. 

Terios dan Rush yang diluncurkan 20 Maret silam, menjadi andalan Toyota dan Daihatsu untuk bersaing di segmen low SUV yang memiliki persaingan sengit. Pemilihan komponen pendukung seperti ban yang berkualitas, jadi modal keduanya untuk beradu dengan para pesaingnya.

Dueler H/T 687 dirancang untuk memberikan traksi yang terbaik dan pengendaraan yang tenang. Diharapkan, dengan ban tersebut bisa mendapatkan pengendalian yang sempurna, stabil dan nyaman. 

ADMNew Terios menjelajah Taman Nasional Bali Barat hingga ke bibir pantai.
Bridgestone mendesain Dueler H/T 687 untuk berbagai macam kondisi jalanan dari yang mulus hingga lintasan berlumpur. Model dari jenis ini telah banyak digunakan sebagai standar ban mobil berjenis SUV.

Terios dan Rush akan menggunakan Dueler H/T 687 dengan ukuran 235/60 Ring 16 100H, yang memang diproduksi untuk SUV pekerja keras. Terios dan Rush adalah low SUV yang cukup populer di Indonesia dan banyak diandalkan penggunanya untuk melibas semua kondisi jalan baik on-road ataupun off-road.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/05/18/120000315/Bridgestone.Dueler.Jadi.Ban.Standar.Rush.dan.Terios

Related Posts:

BMW Terkencang dengan 1.001 Tenaga Kuda

Munich, KompasOtomotif – Tunner dari Jerman, G-Power, spesialis perombakan mesin BMW, baru saja merilis mobil paling bertenaga yang pernah mereka buat. Mereka menamainya G6M V10 Hurricane CS ultimate. Mobil ini dibangun untuk beberapa konsumen di Uni Emirat Arab, menjadikannya sebagai salah satu mobil langka.

Tidak ada yang standar pada BMW E63 M6 ini, bahkan saat pertama kali mata Anda menyapu sekujur tubuhnya. Bodi custom dengan bokong lebar (wide body) dari Hurricane CS sudah lebih dari cukup membuatnya terlihat seperti mobil balap touring dengan aerodinamika lebih baik.
G-PowerTampilan belakang BMW terkencang, muncul dua lubang knalpot di tengah.
Lubang udara di depan semakin besar, sementara di buritan mendapat penambahan spoiler dan difusser. Semua tambahan bodi terbuat dari serat karbon untuk membuatnya seringan mungkin.

Tenaga dahsyat
Di bawah kap mesin, terdapat mesin 5 liter V10 yang sanggup meledakkan tenaga 1.001 tk dengan torsi puncak 900 Nm. Tenaga sebesar itu berkat bantuan sistem supercharger G-Power SK III. Gigi akhir pada girboks diubah untuk mencapai kecepatan maksimal, yang diklaim hingga 372 kpj.
G-PowerSebagian besar interior dilapisi Alcantara dan serat karbon.
Ubahan juga dialami saluran isap dan pendingin. Begitu juga dengan saluran gas buang yang menggunakan pipa-pipa titanium untuk memaksimalkan tenaga yang diproduksi mesin. Lubang knalpot kembar diameter 120 mm muncul di tengah bemper belakang.

Untuk mengentikan laju, dipasang rem cakram keramik pada masing-masing ban dengan ukuran 400 mm. Pelek ekslusif dengan bahan khusus ukuran 21 inci siap mendukung penampilan.

Di dalam, hampir semua bagian dilapisi Alcantara, beberapa di antaranya dilapisi serat karbon. Lapisan dekorasi kulit juga ada pada bagian lantai hingga atap. Terakhir, speedometer sudah diganti dengan angka yang menunjukkan kecepatan maksimal hingga 400 kpj.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/05/18/010900615/BMW.Terkencang.dengan.1.001.Tenaga.Kuda

Related Posts:

Beli Moge Baru Kemahalan? Coba Lirik Bekasnya

Jakarta, KompasOtomotif – Harga motor besar (moge) yang semakin melambung karena dampak kenaikan PPnBM, membuat segmen ini semakin lesu. Ditambah kondisi perekonomian yang labil, banyak orang mengurungkan niat melirik moge baru. Alhasil, versi bekas bisa jadi alternatif.

Kondisi inilah yang memicu pasar moge bekas semakin naik daun, ditandai bertumbuhnya showroom khusus. Salah satu yang baru adalah Marhsall Auto Gallery (MAG) di bilangan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, diresmikan Minggu (10/5/2015).

Menurut Romy Marshall Siregar, Direktur Mashall Auto Gallery, dalam rilis pers (10/5/2015), tidak semua orang yang ingin memiliki sepeda motor besar saat ini mempunyai kekuatan daya beli. Tingginya harga motor besar baru dianggap Romy menurunkan keinginan orang untuk segera memiliki moge.

"Moge bekas adalah pilihan buat orang-orang yang ingin membeli, namun belum sanggup menjangkau harga moge baru. Pilih yang berkualitas dengan jaminan kondisi dan dokumen lengkap," jelas Romy.
Marshal AutoMoge bekas bisa menjadi alternatif di saat harga moge baru melambung.
Saat ini, MAG yang dulu hanya menawarkan mobil-mobil premium, memiliki 10 unit moge bekas dari beragam merek dan model. Di antaranya BMW F800GS 30th Anniversary (2010), Ducati Hypermotard 796 (2013), honda CBR 1000RR (2011), Honda CRF 250L (2015), hingga Harley-Davidson Road Glide Custom (2012).

Peluang
Romy meyakini, penjualan moge bekas berpeluang besar menjadi magnet khusus. Beberapa tahun terakhir, pengguna sepeda motor besar di Indonesia, khususnya Jakarta, terus meningkat. Tumbuhnya agen pemegang merek (APM) moge ikut mendasari pengembangan bisnisnya ke sektor penjualan moge bekas.

"Kita lihat saja sekarang, hampir semua merek motor besar masuk ke Indonesia. Ini artinya, mereka melihat peluang Indonesia, dan moge bekas pun berkesempatan sama," tukas Romy.

Sumber :  http://otomotif.kompas.com/read/2015/05/11/092000915/Beli.Moge.Baru.Kemahalan.Coba.Lirik.Bekasnya

Related Posts:

Musim Panen Katrol Toyota di Sulawesi Selatan

Makassar, KompasOtomotif – Meski tak bisa menghindari lesunya pasar otomotif pada kuartal pertama 2015, penjualan Toyota di luar Pulau Jawa mulai menuai hasil positif saat menginjak kuartal kedua. Seperti yang dialami PT Hadji Kalla sebagai main dealer Toyota di Sulawesi Selatan, Barat, Tengah, dan Tenggara, kenaikan penjualan mulai dirasakan memasuki April, dan trennya akan terus naik.

Dikatakan Tarsimin, Marketing Division Head Kalla Toyota, hal tersebut dipengaruhi oleh sektor pertanian yang mulai memasuki musim panen. Khusus di Sulawesi Selatan, di beberapa daerah sudah musim panen membuat daya beli konsumen yang terlibat di bidang pertanian meningkat drastis.

”Bukan cuma petaninya, tetapi yang terkait dengan pertanian seperti pengepul, tenaga penggiling, atau penjual mulai mendapat keuntungan lebih banyak. Di daerah, musim panen sangat mempengaruhi penjualan mobil,” jelas Tarsimin, (8/5/2015), di Makasar.

Selain pertanian, sektor pemerintahan juga ikut mendongkrak penjualan di tengah perekonomiann yang lesu. Tarsimin mengatakan, beberapa instansi pemerintah mulai mencairkan dana untuk kebutuhan mobil dinas. Toyota Avanza, Innova, Fortuner, dan Dyna sebagai kendaraan komersial mulai naik daun.

”Backbone”Di Sulawesi Selatan, Kalla Toyota menjadi penguasa pasar mobil setempat dengan market share 38,8 persen. Avanza menjadi model paling banyak dicari dan berstatus sebagai tulang punggung. Pada kuartal pertama, model ini berkontribusi 40 persen dari 2.200-an unit mobil yang terjual, atau menyumbang sekitar 850 unit.

Mengawali kuartal kedua, Tarsimin meyakini Avanza akan terus melambung seiring dengan semakin tingginya daya beli. ”April saja sudah terjual 400-an unit, di kelasnya menguasai 46,4 persen. Di musim panen ini, permintaan kami prediksi meningkat,” tukas Tarsimin.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/05/08/140000615/Musim.Panen.Katrol.Toyota.di.Sulawesi.Selatan

Related Posts:

Daihatsu Indonesia Lebih Mandiri Ciptakan Model Baru

Jakarta, KompasOtomotif - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengklaim dirinya sebagai satu-satunya pabrikan yang memiliki fasilitas pusat riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia. Lewat fasilitas ini, Daihatsu Indonesia akan memiliki kemampuan menciptakan model baru secara mandiri.

Sudirman Maman Rusdi, Presiden Direktur ADM menjelaskan, R&D Center Daihatsu merupakan bentuk komitmen nyata di Indonesia. Lewat fasilitas ini Daihatsu mulai melakukan transfer teknologi kepadaengineer lokal.

"Nantinya perubahan full model change (produk baru) Daihatsu akan dibuat oleh engineer kita (Indonesia) untuk konsumen kita juga, targetnya mulai 2019," jelas Sudirman di Sunter, Jakarta Utara, Kamis (7/5/2015).

Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra International Tbk sebagai salah satu pemegang saham ADM menegaskan, komitmen perusahaan terhadap perkembangan Daihatsu di Indonesia sangat tinggi. Indonesia sudah ditunjuk menjadi basis produksi Daihatsu di luar Jepang, guna memasok produk-produk buatannya ke seluruh penjuru dunia.

Saat ini kapasitas produksi ADM sudah mencapari 530.000 unit per tahun, dan sekitar 60.000 unit di antaranya diekspor ke luar Indonesia. "Jumlah ini sudah 15 persen dari total produksi, pemerintah lantas minta menjadi 30 sampai 50 persen. Kami sudah berada dalam jalur yang benar,"  jelas Prijono.

Selain itu, lewat fasilitas R&D Daihatsu Indonesia, ke depan kemandirian kemampuan rekayasa industri lokal akan semakin meningkat tajam. "Di saat Mr (Koichi) Ina menjabat sebagai Presdir ADM, kami (Astra) meminta selain memasarkan, juga memproduksi, diikuti ekspor, dan akhirnya R&D. Sekarang sudah ada 150 engineer lokal Indonesia yang bekerja di pusat R&D Daihatsu di Karawang, Jawa Barat," beber Prijono. Saat ini, Koichi Ina menjabat sebagai salah satu Komisaris Daihatsu Motor Company (Jepang).

Related Posts: